lalu, dimana ibu pertiwi negri telah tiri ia tinggalkan kita pada kota yang meyatimkan kita takkan ada lagi tempat dimana kita menuai ...
Home / All posts
Friday, 4 September 2015
tanah berlalu
Posted by
melati
at
18:19
tentang rasa yang bersimbah luka tak ku minta Tuhan hadirkan kelabu dengan yang muda biru takku minta izrail menukar uban dengan senja ...
bertandang hadapku
Posted by
melati
at
18:15
begitu aku terlatih hingga tertatih menunggu pagi dimusim semi mensiasati sekar mana yang menguning menanggalkan setiap helai kenur ku...
menakar bimbang
Posted by
melati
at
18:10
andai dapat ku ziarahi langit kan kuhapus isbat namamu kuhapus bulir-bulir rindu; menggelora mengaduk bimbangku dan kau seolah maya m...
ain
Posted by
melati
at
18:05
pagi itu kulihat jelma matamu di mata subuh banda aceh, 27 agustus 2015
desir sehala
Posted by
melati
at
18:04
aku adalah jiwa terkubur dalam obor menerawang bebulir air pada jeda tanah yang rumit dibaca dan hujan memintal debu: dimataku...
Saturday, 15 August 2015
kepada Raifan
Posted by
melati
at
02:22
ku temu raut usang berlimpah dimatamu siang ini lampu ruangmu redup, adikku takkah kau nyalakan terangnya biarkan kunang mem...
PAGAR HIDUPMU
Posted by
melati
at
02:21
ramadhan berbicara tentang pilihan pilihan yang kau pilih dan memilih diantara pemilih dan menjadi terpilih tentang dibentuk a...
KEPADA PUAN
Posted by
melati
at
02:20
jauh aku telah terluka sebelum kata di biarkan terbuka di bibir zulaikha telah ditinggalkan aku dalam dekap debu tanpa har...
RINDU TUANKU
Posted by
melati
at
02:19
SUMBER : SERAMBI INDONESIA I aku adalah rindu terhunus pada rimba agung, tuanku sebab mata lembam zulaikha mengabur benih ga...
Subscribe to:
Posts (Atom)
