wahai arus lurus mendaras sungai aku adalah tarian malam pada tiap gerakan telah kutunaikan deru yang hilang saat malam melahirkan...
Home / All posts
Wednesday, 9 November 2016
ucap semesta
Posted by
melati
at
07:07
para peramal mengucap titah dingin mengitari tubuh membuka gulita hutan matahari muram menyuruk di belantara waktu guratan-gurata...
perjamuan ketiga
Posted by
melati
at
07:05
sulur tanganmu sejauh sajadah lihatlah jalan-jalan menjanjikan perdamaian dibatas kota remang menjamuku dengan cumbu menyibak lauta...
petuah tinta air
Posted by
melati
at
07:04
tuah tak pernah rumpang untuk di tanam pada yang menanam kutemukan pucuk pada tunas perhelatan ia adalah gambar yang bercerita tent...
ultimatum
Posted by
melati
at
07:04
kau seorang penipu yang haus untuk di teguk sebab seorang penipu mempertaruhkan diri pada ayunan tanpa sadar yang serupa ampas sari t...
Sepertiga malam
Posted by
melati
at
06:45
Tersimpan Beberapa waktu saat kau lahap api di atas bundaran waktu yang dulu kau tinggal. Aku terlahir sebagai hidangan mata airmu Ketika m...
Kilatan maut
Posted by
melati
at
06:42
Gema maut mengetuk lembut saat kelahiran pertama di kotamu yang kian lama kian lusuh saat Pintu waktu yang disamarkan kabut, kau datang menj...
Alai belai
Posted by
melati
at
06:35
Di palung terdalam samudra Menggema liar suara ombak Melenturkan dirinya pada karang Memecah sunyi pada dinding tua Pada tanah berbatu ...
Menjejal purnama
Posted by
melati
at
04:07
Saat mendengar riuh swara malam, anai-anai berkumpul menyaksikan malam Yang melemparkan jantungnya ke sebuah hari di bulan. Senyumnya menete...
Ubah khayal
Posted by
melati
at
04:04
Ini kali kedua setelah tiga Saat ku jemput rindu di kota Meulaboh, 7 Juli 2015
Subscribe to:
Posts (Atom)
