Wednesday, 9 November 2016

kelahiran kedua

kelahiran kedua
wahai arus lurus mendaras sungai aku adalah tarian malam pada tiap gerakan telah kutunaikan deru yang hilang saat malam melahirkan...

ucap semesta

ucap semesta
para peramal mengucap titah dingin mengitari tubuh membuka gulita hutan matahari muram menyuruk di belantara waktu guratan-gurata...

perjamuan ketiga

perjamuan ketiga
sulur tanganmu sejauh sajadah lihatlah jalan-jalan menjanjikan perdamaian dibatas kota remang menjamuku dengan cumbu menyibak lauta...

petuah tinta air

petuah tinta air
tuah tak pernah rumpang untuk di tanam pada yang menanam kutemukan pucuk pada tunas perhelatan ia adalah gambar yang bercerita tent...

ultimatum

ultimatum
kau seorang penipu yang haus untuk di teguk sebab seorang penipu mempertaruhkan diri pada ayunan tanpa sadar yang serupa ampas sari t...

Sepertiga malam

Sepertiga malam
Tersimpan Beberapa waktu saat kau lahap api di atas bundaran waktu yang dulu kau tinggal. Aku terlahir sebagai hidangan mata airmu Ketika m...

Kilatan maut

Kilatan maut
Gema maut mengetuk lembut saat kelahiran pertama di kotamu yang kian lama kian lusuh saat Pintu waktu yang disamarkan kabut, kau datang menj...

Alai belai

Alai belai
Di palung terdalam samudra Menggema liar suara ombak Melenturkan dirinya pada karang Memecah sunyi pada dinding tua Pada tanah berbatu ...

Menjejal purnama

Menjejal purnama
Saat mendengar riuh swara malam, anai-anai berkumpul menyaksikan malam Yang melemparkan jantungnya ke sebuah hari di bulan. Senyumnya menete...

Ubah khayal

Ubah khayal
Ini kali kedua setelah tiga Saat ku jemput rindu di kota Meulaboh, 7 Juli 2015
 

Top