Hari hampir gelap Dalam dunia purnama Menyekap beribu mata Dalam kandang purnama Sempatku bertanya : apakah musim beranjak pergi ...
Home / All posts
Thursday, 8 January 2015
Tembang “Perjalanan jenazah”
Posted by
melati
at
18:51
my father Jiwa dikembalikan ke tempat asalnya dimana ia bermula lewat suatu janji pada Tuhan menciptakan.Dan roh akan ditempatka...
Wanita pengantar pagi
Posted by
melati
at
18:48
I/ Di sela-sela suara biru Tiba kau menjemput berburu Langkah-langkah mengaung jam Dibawah mentari purba Memungut bunga ronto...
Monday, 29 December 2014
Pulang
Posted by
melati
at
19:30
I/ Lama telah redup lampu Dalam bayang kerdip kunang mengintari jemari Ku nikmati itu II/ Tak ada yang kutakuti Bunyi jangk...
Dilema oktober
Posted by
melati
at
19:29
I Kini aku seumpama batu Yang kau ukir tepat dimana aku bermula Pada suatu ketika Dengan wujud tak kuasa II Kini kau tanya...
Tanpa bayaran hari
Posted by
melati
at
19:26
I/ Katamu berderak tak patah ujung Ketika daun-daun luruh di padang sahara Seperti takdir tertancap pada halaman Gemulai lekuk...
Amuk desember
Posted by
melati
at
19:24
I/ Malam-malam telah rapuh Ia mengombak tanpa suara Dan engkau Mewariskan hujan Menumbuhkan padi Dalam petakmu. II/ Seme...
Tanya : desember
Posted by
melati
at
19:22
Dan bunga-bunga pun menua Putih memandang setia Sampai senja habis Memamah pesan rahasia Banda aceh, 2 des 2014
Thursday, 4 December 2014
Menanti kehidupan
Posted by
melati
at
16:47
Keramaian menarikku ke dalam alammu Yang sukar ku terka Kerekam semua lekuk jalan Beranjak ku tinggalkan Kucari simpul derita dan kupepa...
Genggam
Posted by
melati
at
16:45
Kembali kutukar hidupku Dalam secarik kertas pada kening malam Kutiarapkan bersama sujud Saat nadi masih seirama dengan nafasku Bagai de...
Subscribe to:
Posts (Atom)




