Karya : Mella Yunati Ah, aku terlalu resah menunggu senja membasuh kami, membasuh setip lengkuk tubuh kami yang mungil yang rindu akan...
Home / All posts
Tuesday, 19 May 2015
Rindu tuanku
Posted by
melati
at
21:52
I Aku adalah rindu terhunus Pada rimba agung, Tuanku Sebab mata lembam Zulaikha Mengabur benih gabah rahim Adinda II T...
Monday, 30 March 2015
BARISAN KECIL TANAH RENCONG
Posted by
melati
at
18:57
Mella Yunati I/ Di celah jari kaki mungil Gabah mengecil Mereka memeluk sejumput tanah Yang katanya milik kita Erat. Jang...
Tuesday, 24 March 2015
AKU : KOPI
Posted by
melati
at
20:26
Malam kau genggam dalam gelas lusuhmu tiba-tiba hilang sasar Kucari malam-malam bagai penyusup dalam kotamu Ah, aku lupa saat ka...
Thursday, 8 January 2015
Pancaroba
Posted by
melati
at
18:51
Hari hampir gelap Dalam dunia purnama Menyekap beribu mata Dalam kandang purnama Sempatku bertanya : apakah musim beranjak pergi ...
Tembang “Perjalanan jenazah”
Posted by
melati
at
18:51
my father Jiwa dikembalikan ke tempat asalnya dimana ia bermula lewat suatu janji pada Tuhan menciptakan.Dan roh akan ditempatka...
Wanita pengantar pagi
Posted by
melati
at
18:48
I/ Di sela-sela suara biru Tiba kau menjemput berburu Langkah-langkah mengaung jam Dibawah mentari purba Memungut bunga ronto...
Monday, 29 December 2014
Pulang
Posted by
melati
at
19:30
I/ Lama telah redup lampu Dalam bayang kerdip kunang mengintari jemari Ku nikmati itu II/ Tak ada yang kutakuti Bunyi jangk...
Dilema oktober
Posted by
melati
at
19:29
I Kini aku seumpama batu Yang kau ukir tepat dimana aku bermula Pada suatu ketika Dengan wujud tak kuasa II Kini kau tanya...
Tanpa bayaran hari
Posted by
melati
at
19:26
I/ Katamu berderak tak patah ujung Ketika daun-daun luruh di padang sahara Seperti takdir tertancap pada halaman Gemulai lekuk...
Subscribe to:
Posts (Atom)





