Kepada cahaya yang kau titip pada sebuah hari di bulan,
atas namaku
Atas setiap pendosa yang mendosakan tarian raib,
dalam isbat ku
Aku menunggumu, dalam bisu dan rindu
11 Februari 2016
Wednesday, 9 November 2016
meusyen 3
Posted by
melati
at
16:30
Tags:
#Kumpulan Puisi
Related Post of meusyen 3 :
Andai kau tau siapa takdirmu Berbahagialah sepasang rintik menemui hujan Benar katamu: laksana embun adalah basuh subuh tanpa runtuh Ketika tangan te ...
Sajak terang desember I Dear desember Ini kali ke entah berantah Dalam seribu nestapa memanggil Aceh dalam duka: Duka kamoe: Duka nanggroe II ...
17 Merdeka?Merdeka dari apa?Dari mereka yang menjajah rasamuAtau dari mereka yang menarik ususmu perlahanAtau pula dari mereka yang ...
Aceh dalam doaTuhan mempunyai cara tersendiri memanggil hamba yang Ia cintai. Lewat bisikan alam, barangkali. Atau lewat hujan, atau bahkan dib ...
menakar bimbang Aku duduk ditepi kaliDiantar bebulir alirBersama jejak lusuhmuMengutip pasir pada dahanmuMenakar semesta tanpa hentiIni bimbangk ...
Subscribe to:
Post Comments (Atom)